Bola - / Rabu, 4 April 2012 09:30 WIB
Pelatih Barcelona Pep Guardiola merespon tudingan itu dengan mengatakan bahwa pencapaian semifinal kompetisi tersebut untuk kelima kalinya secara berturut-turut menjadi bukti kemampuan timnya.
Pelatih Real Madrid Jose Mourinho pernah berkata bahwa mustahil mengalahkan Barca di Camp Nou. Ibrahimovic yang pernah menjalani semusim mengecewakan dengan Barca pada kampanye 2009/2010 mengklaim hal yang sama setelah timnya kalah 1-3, Selasa (3/4) waktu setempat, menyusul hasil imbang 0-0 pada pertandingan pertama di San Siro.
"Kami mampu menyamakan kedudukan, dan kemudian penalti kembali diberikan bahkan ketika bola tidak sedang dimainkan," kata Ibrahimovic. "Itu merupakan keputusan yang aneh dan menghancurkan permainan. Mungkin terdapat dorongan (penalti diberikan wasit asal Belanda, Bjorn Kuipers, karena Alessandro Nesta menarik kaus Sergio Busquets), namun jika bola tidak dimainkan, maka anda tidak dapat meniup peluit."
"Barca tidak memerlukan keputusan seperti ini, ketika kita berbicara mengenai tim terbaik di dunia. Saya mulai mengerti apa yang dimaksud Mourinho ketika ia berbicara mengenai datang ke sini untuk bermain melawan mereka. Saya melihatnya langsung sekarang," jelas Ibra.
Guardiola menyerang balik Ibrahimovic dengan mengatakan bahwa pencapaian timnya tidak dapat diragukan. "Saya akan membiarkan pelatih Ibrahimovic mempertimbangkan komentar-komentarnya. Namun sekarang terlihat sepertinya ia telah menjadi teman Mourinho," kata Guardiola.
"Jika ia berkata ini adalah berkat wasit, boleh-boleh saja. Namun, lima kali di semifinal adalah respon. Kami melakukan omongan kami di lapangan. Kami benar-benar layak untuk melaju, ketika mereka membukukan tiga tembakan dan kami 21 (tembakan), dan catatan tersebut adalah saat melawan tim Italia. Jika orang-orang mengharapkan enam atau tujuh gol, maka kali ini tidak seperti itu."
"Saya merasakan hal yang sama mengenai pemain-pemainku, apakah mereka lolos ke putaran berikutnya atau tidak, mereka telah mencapai sedemikian banyak, sehingga mereka tidak perlu membuktikan lebih banyak untukku."
Pertandingan perempat final ini efektif ditentukan pada dua penalti yang dicetak Messi. Itu membuat Messi total telah mencetak 51 gol di Liga Champions saat masih berusia 24 tahun untuk memecahkan rekor 50 gol yang telah bertahan lama.
Messi juga memecahkan rekor untuk gol-gol yang dicetaknya di Liga Champions musim ini dengan dua golnya pada pertandingan semalam. Ini membuat pemain Argentina ini total telah mencetak 14 gol, dan memecahkan rekor sebelumnya yang dibukukan atas namanya sendiri dan Ruud van Nistelrooy, yakni 12 gol. (ant/DOR)
0 komentar:
Posting Komentar