DAUD Yordan memberikan bukti bahwa dirinya calon juara dunia tinju masa depan Indonesia. Dia sukses menaklukkan Frankie Archuleta dalam perebutan gelar kelas bulu (57,1 kg) Asia Pacific IBO di Challenge Stadium, Perth, kemarin (30/11).
Tak perlu 12 ronde bagi The Stones (julukan Daud) untuk menyudahi pertarungan karena dia dinyatakan menang TKO dalam ronde keempat. Keputusan memenangkan Daud itu diambil wasit karena menganggap Archuleta tak mampu lagi melanjutkan peratarungan setelah dua kali dibuat sempoyongan oleh Daud.
Sebenarnya, tanda-tanda kemenangan Daud sudah terlihat sejak lonceng pertandingan ronde pertama dibunyikan. Pukulan-pukulan kombinasi jab kiri kanan terus dilepaskan Daud. Memasuki detik ke-90, pukulan telak Daud ke rahang kiri Archuleta sempat membuat dia kaget dan sedikit goyah hingga terjatuh.
Tapi, wasit melihat itu disebabkan Frankei terpeleset dan pertarungan terus dilanjutkan sampai akhir ronde. Pada ronde kedua, Daud tak mengendurkan serangannya. Malah, pukulan-pukulan kombinasi terus dilancarkan petinju 24 tahun itu agar pertahanan lawannya terbuka.
Setelah tidak berhasil membuat lawan roboh pada ronde ketiga, Daud semakin penasaran dan terus menekan. Namun, rupanya, Archuleta bosan bertahan dan sesekali meluncurkan serangan. Percobaan itu ternyata blunder baginya karena pertahanannya terbuka. Buktinya, dua kali Daud bisa memasukkan pukulan telak yang membuat Archuleta sempoyongan meski belum bisa membuat sang lawan roboh.
Tanda-tanda Archuleta mulai melemah dan bakal tak bisa bertahan lama mulai tampak pada akhir ronde ketiga. Memasuki ronde keempat, Daud semakin terlihat dominan. Dia terus menyerang dan sesekali memancing emosi lawan dengan gerakan tubuh seakan meminta kepalanya dipukul. Taktik Daud itu ternyata berhasil membuat Archuleta membuka pertahanan.
Melihat sang lawan mulai tidak waspada, Daud kembali melepaskan pukulan kombinasi jab kiri-kanan yang diarahkan ke rahang kiri lawan. Pada detik ke-50, Daud berhasil membuat sang lawan terhuyung dan bertahan di pinggir ring.
Wasit langsung menghitung. Meski tidak roboh, Archuleta dianggap jatuh karena sudah menahan untuk tidak roboh dengan lututnya. Belum selesai dihitung, dia kembali berdiri dan melanjutkan pertarungan.
Saat melanjutkan pertarungan, Archuleta semakin tak berdaya dan terus diserang Daud. Kali ini rahang kirinya yang diincar petinju asal Kalbar itu sehingga dia kembali terhuyung dan terduduk di pinggir ring. Melihat itu, wasit langsung menghentikan pertarungan dan memutuskan Daud menjadi pemenang.
Setelah kemenangan tersebut, Daud yang dihubungi Jawa Pos mengaku cukup puas terhadap pertarungannya. Dia membuktikan bahwa kekalahan oleh Chris John pada April lalu membuat dirinya semakin termotivasi untuk menunjukkan bahwa dia masih belum habis.
"Dari awal, saya sudah optimistis. Jadi, saya terus saja pukul dan berhasil. Ini langkah yang bagus untuk mengejar gelar juara dunia. Saya bisa bangkit dan memenangkan pertarungan dengan telak," tuturnya.
Mengenai pertarungan berikut, Daud belum memikirkan karena menunggu langkah dari manajemen Mahkota Promotion. Hanya, dia menegaskan telah siap bertarung memperebutkan gelar juara dunia.
0 komentar:
Posting Komentar