Senin, 12 Desember 2011

Djohar Arifin Husein: Yang Menghancurkan Timnas Bukan PSSI










Titus Bonai - Indonesia U-23 SEA Games




Ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein menegaskan, pemain yang tampil di Superliga Indonesia (ISL) 2011/12 tidak akan bisa memperkuat tim nasional di masa mendatang.


Sebagian besar punggawa timnas senior dan U-23 saat ini memperkuat sejumlah klub di ISL. Dengan adanya kebijakan itu, maka pintu masuk ke dalam tim nasional bagi para pemain tersebut dipastikan tertutup.“Yang menghancurkan timnas bukan kami [PSSI], tapi mereka yang diluar PSSI,” tegas Djohar disela-sela pertemuan manajer Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).


Ditambahkan, PSSI sebetulnya tetap menginginkan pemain terbaik di Indonesia yang turun di kompetisi resmi maupun tidak bisa memperkuat tim nasional. Hanya saja, mereka terbentur dengan Statuta FIFA pasal 79.


Saat ini, ada dua kompetisi yang bergulir di Indonesia. Di kasta tertinggi, ada Liga Prima Indonesia (IPL) yang dikelola PT LPIS di bawah payung PSSI. Sedangkan yang tak diakui PSSI adalah ISL. Begitu juga dengan kompetisi Divisi Utama.


“FIFA telah memperingatkan melalui statuta pasal 79. Jika dipaksakan maka kita akan mendapatkan konsekuensinya, yaitu sanksi. Sedangkan PSSI hanya mengakui kompetisi IPL,” kata Djohar.


Ditambahkan, para pemain yang merumput di ISL juga akan terkena sanksi, baik lokal maupun asing.



0 komentar:

Posting Komentar