Jakarta - Sekitar 200 suporter Timnas Indonesia yang mengantre panjang di depan loket penjualan tiket final sepakbola SEA Games Indonesia versus Malaysia di gerbang Masjid Al Bina, kesal. Mereka tiba-tiba ditinggal 4 petugas loket begitu saja, tanpa info ketersediaan tiket.Pantauan detikcom di gerbang Masjid Al Bina, Senayan, Jakarta, Senin (21/11/2011) pukul 11.00 WIB, 200-an orang melongo ketika tiba-tiba petugas loket keluar tanpa pemberitahuan. Apalagi calon penonton yang sudah sampai di depan loket.
"Tadi saya lihat (tiket) masih ada di kardus. Terus dibawa keluar. Katanya habis, mau istirahat dulu. Nggak tahu, dia cuma bilang gitu, habis, mau istirahat dan langsung keluar," ujar suporter Timnas Indonesia yang berada di deretan depan, Irwan (26) dari Bogor.
Kekesalan juga dirasakan suporter Timnas lain, Bowo (27) yang jauh-jauh datang dari Yogyakarta. Bowo sudah mengantre sejak pukul 07.30 WIB, dan berdiri tepat di depan loket sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, Bowo tak beruntung karena petugas loket tiba-tiba keluar begitu saja tanpa pemberitahuan sekitar pukul 11.00 WIB.
"Kita sudah ngantre lama di sini. Jadi konfirmasilah dari panitia. Kalau habis kasih pengumuman dong, ditulis kek, apa kek. Kalau pending ya tulis juga biar kita tahu," kata Bowo dengan geramnya.
Bowo berencana membeli tiket kelas 3 yang seharga Rp 50 ribu karena harga tiket yang paling murah seharga Rp 25 ribu habis. Kalau tidak kebagian, Bowo berencana mencari tiket di calo.
"Paling nyari calo. Itu pun kalau ada. Kayaknya nggak ada deh," tutur Bowo.
Sementara Eko (24), warga Gresik yang mengaku sudah seminggu di Senayan demi mendukung Timnas kesayangannya. Eko yang mengaku menunggu loket sejak jam 12 malam, Senayan mengatakan dirinya lah yang antre pertama di loket itu.
"Saya dari pukul 12 sudah di depan loket dan loket ini baru dibuka sekitar pukul 10 pagi. Saya yakin ini Bang, saya orang pertama yang beli tiket di loket ini. Seharusnya PSSI belajar dari AFF kemarin. Kemarin juga numpuk gini Mas, sekarang buktinya kayak gini lagi. Kita udah jauh-jauh jadi tolonglah," jelas Eko yang sudah mendapatkan tiket.
Sementara ada 5 polisi yang berjaga di sekitar loket itu. Mereka menjadi sasaran tempat bertanya suporter Timnas.
"Nggak tahu, nggak ada konfiormasi ke kita. Apakah tiket ini habis atau dipending, istirahat dululah, nggak ada konfirmasi ke kita. Kita cuma jaga. Orang-orang pada nanya ke kita," jelas salah satu polisi yang berjaga.
Hingga pukul 11.30 WIB, ratusan orang masih bertahan mengantre. Beberapa dari mereka melepar botol plastik air mineral karena kesal. Sampah-sampah seperti kertas koran dan botol plastik pun berserakan.
0 komentar:
Posting Komentar