[JAKARTA] Pesepakbola terkadang tidak hanya selalu fokus terhadap masalah teknis, seperti skill bermain, tetapi juga sering memikirkan hal nonteknis yang terkadang tidak memiliki korelasi terhadap pertandingan itu sendiri. Seperti sebuah ritual khusus, mereka pun melakukannya dengan alasan beragam.
Iseng atau pun memang sengaja melakukannya dengan maksud dan tujuan tertentu, hanya pemain itu sendiri yang mengetahui alasan di balik perilakunya itu.
Salah satu pemain yang memiliki ritual khusus tersebut adalah striker Timnas Indonesia U-23, Titus Bonai. Namanya belakangan semakin santer terdengar di kancah persepakbolaan nasional. Hal itu karena performa penyerang asal Papua ini dalam pertandingan cabang sepakbola SEA Games 2011 sejauh ini memang sangat memukau.
Penampilan Tibo, sapaan akrabnya, di lapangan juga tergolong khas dan unik, mulai dari gaya rambut, selebrasi gol, hingga kebiasaannya menggoyangkan jaring gawang lawan. Dia selalu melakukan hal itu sebelum tendangan bebas atau penjuru yang dieksekusi oleh rekannya.
Tanpa dosa, mantan pemain Pupuk Kaltim Bontang ini, masuk ke area gawang lawan, menggoyang-goyangkan jaring bagian dalam, dan kemudian keluar lagi sesaat sebelum berebut bola di depan gawang.
Tak ayal, berbagai spekulasi dan penilaian muncul terhadap aksinya ini. Ada yang beranggapan, aksinya itu hanya sebagai keisengan semata, tetapi tak jarang juga yang mengaitkannya dengan hal-hal mistik. Namun, Tibo mengaku jika dia tidak memiliki tujuan apa pun ketika melakukan hal aneh itu.
“Setiap tendangan sudut atau bebas, saya pasti menggoyangkan jaring gawang lawan. Tetapi, tidak ada tujuan apa pun, apalagi berkaitan dengan hal mistik. Hal itu saya lakukan, biar lebih termotivasi. Dengan menggoyangkan jaring seperti itu, saya percaya bisa membuat gol dalam setiap pertandingan,” ungkapnya.
Pria dengan satu anak ini juga mengatakan aksinya itu sudah dilakukan ketika dia melakukan debut dalam tim PON Papua pada 2008 di Kalimantan Timur. Hal itu menjadi kebiasaan hingga saat ini, khususnya saat dirinya memperkuat Persipura Jayapura.
Selama ini, aksinya tersebut tidak pernah menuai keberatan dari pihak lawan. Namun, pada laga penyisihan Grup A SEA Games 2011, ketika Timnas U-23 menghadapi Singapura, aksinya itu berbuah teguran keras dari wasit Supresencia Sistido Steve yang memimpin pertandingan saat itu.
“Saya memang ditegur wasit saat itu. Dia akan mengganjar kartu kuning bila saya menggoyangkan jaring gawang lagi,” katanya.
Namun, teguran itu tidak membuatnya kapok. Penyerang berusia 22 tahun itu tetap mencuri-curi kesempatan untuk melakukan kebiasaannya tersebut. Agar tidak terlalu kentara, suami dari Novalia Estaneda Metiaman dan ayah dari Natalie Christanalia Bonai ini mengaku hanya memegang sedikit jaring gawang Singapura. [HPS/A-16]
Iseng atau pun memang sengaja melakukannya dengan maksud dan tujuan tertentu, hanya pemain itu sendiri yang mengetahui alasan di balik perilakunya itu.
Salah satu pemain yang memiliki ritual khusus tersebut adalah striker Timnas Indonesia U-23, Titus Bonai. Namanya belakangan semakin santer terdengar di kancah persepakbolaan nasional. Hal itu karena performa penyerang asal Papua ini dalam pertandingan cabang sepakbola SEA Games 2011 sejauh ini memang sangat memukau.
Penampilan Tibo, sapaan akrabnya, di lapangan juga tergolong khas dan unik, mulai dari gaya rambut, selebrasi gol, hingga kebiasaannya menggoyangkan jaring gawang lawan. Dia selalu melakukan hal itu sebelum tendangan bebas atau penjuru yang dieksekusi oleh rekannya.
Tanpa dosa, mantan pemain Pupuk Kaltim Bontang ini, masuk ke area gawang lawan, menggoyang-goyangkan jaring bagian dalam, dan kemudian keluar lagi sesaat sebelum berebut bola di depan gawang.
Tak ayal, berbagai spekulasi dan penilaian muncul terhadap aksinya ini. Ada yang beranggapan, aksinya itu hanya sebagai keisengan semata, tetapi tak jarang juga yang mengaitkannya dengan hal-hal mistik. Namun, Tibo mengaku jika dia tidak memiliki tujuan apa pun ketika melakukan hal aneh itu.
“Setiap tendangan sudut atau bebas, saya pasti menggoyangkan jaring gawang lawan. Tetapi, tidak ada tujuan apa pun, apalagi berkaitan dengan hal mistik. Hal itu saya lakukan, biar lebih termotivasi. Dengan menggoyangkan jaring seperti itu, saya percaya bisa membuat gol dalam setiap pertandingan,” ungkapnya.
Pria dengan satu anak ini juga mengatakan aksinya itu sudah dilakukan ketika dia melakukan debut dalam tim PON Papua pada 2008 di Kalimantan Timur. Hal itu menjadi kebiasaan hingga saat ini, khususnya saat dirinya memperkuat Persipura Jayapura.
Selama ini, aksinya tersebut tidak pernah menuai keberatan dari pihak lawan. Namun, pada laga penyisihan Grup A SEA Games 2011, ketika Timnas U-23 menghadapi Singapura, aksinya itu berbuah teguran keras dari wasit Supresencia Sistido Steve yang memimpin pertandingan saat itu.
“Saya memang ditegur wasit saat itu. Dia akan mengganjar kartu kuning bila saya menggoyangkan jaring gawang lagi,” katanya.
Namun, teguran itu tidak membuatnya kapok. Penyerang berusia 22 tahun itu tetap mencuri-curi kesempatan untuk melakukan kebiasaannya tersebut. Agar tidak terlalu kentara, suami dari Novalia Estaneda Metiaman dan ayah dari Natalie Christanalia Bonai ini mengaku hanya memegang sedikit jaring gawang Singapura. [HPS/A-16]
0 komentar:
Posting Komentar