SUMEDANG- Pilihan jajaran manajemen Persib Bandung untuk ikut kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) dan menolak bergabung di Liga Prima Indonesia (LPI) disambut antusias oleh salah seorang penggawa Maung, Zulkifli Syukur.
Ketika ditemui wartawan di sela-sela acara liburan tim dirumah Manajer Umuh Muchtar, Jalan Tanjungsari, Sumedang kemarin, eks pemain Arema Indonesia ini mengaku lebih memilih LSI ketimbang LPI. Alasannya, LSI dinilainya memiliki persaingan lebih ketat karena dihuni tim-tim berkelas seperti Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC.
"Kalau boleh memilih, saya secara pribadi lebih memilih ikut LSI karena lebih tertantang di sana. Banyak tim-tim bagus yang ada, jadi bisa membuat kita semakin termotivasi untuk bermain sebaik mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi Persib," ujarnya..
Sementara itu, mengenai ancaman sanksi yang dilayangkan ketua umum PSSI, kepada tim pembangkang pengikut LSI, pemain timnas senior ini mengaku akan menyerahkan sepenuhnya kepada Maung Bandung, selaku klub yang mengontraknya untuk bermain selama satu musim kedepan.
"Soal itu, saya serahkan saja sepenuhnya kepada tim maunya gimana. Karena itu semuanya hak manajemen dan tim. Saya hanya menjalankan tugas saya sebagai pemain, yang dikontrak tim. Tetapi yang pasti tidak masalah buat saya, jika akhirnya kita diberikan sanksi karena mengikuti keinginan klub yang dinilai melanggar oleh PSSI," tandasnya.
Seperti diberitakan, PSSI mengancam pemain yang tampil di kompetisi yang tidak mendapat izin dari PSSI, tidak akan bisa memperkuat timnas. Masalah besarnya adalah, mayoritas pemain timnas U-23 dan timnas senior saat ini tercatat sebagai pemain klub yang akan berlaga di kompetisi Indonesian Super League (ISL) yang tidak direstui PSSI.
Otoritas tertinggi sepak bola tanah air tersebut hanya mengakui kompetisi Indonesian Premier League (IPL) yang dilaksanakan oleh PT Liga Prima Indoensia Sportindo (PT LPIS).
"Yang jelas kompetisi itu harus diakui oleh federasi. Jika tidak itu artinya breakaway league. Kalau kompetisinya tidak diakui, maka pemainnya pun tidak akan diakui," kata Benhard Limbong, penanggungjawab timnas dan juga ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada wartawan di kantor PSSI dua hari lalu.
Jendral bintang satu ini menyatakan, jika pemain masih ingin memperkuat timnas mestinya mereka harus bermain di kompetisi yang diakui federasi (PSSI). "Untuk itu kita serahkan kepada pemain untuk memilih yang mana. Silakan saja," cetus Limbong.
Sementara, keputusan Persib Bandung untuk berlaga di ISL setelah sebelumnya lebih memilih untuk berkompetisi di IPL, memang menjadi sebuah polemik yang seakan tidak pernah habis untuk diperbincangkan.
Salah satu Legenda hidup Persib, Sukowiyono menuturkan pihaknya setuju saja, jika akhirnya Manajemen Maung Bandung lebih memilih untuk berlaga di kompetisi LSI. menurutnya, mungkin manajemen sudah mempunyai pertimbangan lain, sehingga menentukan untuk berlaga di LSI.
"Kalau saya pribadi keputusan apapun yang diambil PT. PBB perlu didukung. Mungkin saja pertimbangannya mencari kompetisi yang lebih berkualitas, dan lebih prestice. Karena bisa kita lihat di ISL yang pesertanya tim- tim elite di Indonesia," jelasnya saat dihubungi Radar Bandung (Grup JPNN), Rabu (23/11).
Cap ilegal yang disematkan PSSI terhadap LSI, bukan pengaruh yang besar bagi Suko panggilan akrab Sukowiyono. Yang dinilainya kedua klub mempunyai alasan yang kuat untuk menggelar kompetisi dalam kondisi PSSI yang tengah tak kondusif.
"Dalam kondisi seperti ini seharusnya PSSI mencari solusi. Namun, jalan keluar itu harus berlandaskan aturan yang benar. Sehingga jelas acuannya, agar masalah ini tidak berlarut- larut," paparnya.
Menurut Suko, LSI yang sekarang sudah disetujui oleh beberapa anggota EXCO. Jadi tidak ada salahnya jika Persib harus memilih berkompetisi di ISL. "Persoalan sekarang berbeda dengan waktu kasus LPI lalu yang betul- betul ilegal. Tapi LSI sekarang sudah mendapat dukungan dari beberapa anggota EXCO," jelasnya.
Dirinya sendiri mengaku tidak ingin menciptakan polemik berkelanjutan perihal masalah yang tengah dihadapi PSSI tersebut. " Saya percaya dengan manajemen Persib, bahwa semua keputusan sudah melalui pertimbangan yang matang. Oleh karena itu kita mendukung saja," tukasnya. (ytn/cr2/sam/jpnn)

0 komentar:
Posting Komentar